Popular Post

Posted by : bachtiar prima 2 Feb 2018

Saat masa pemerintahan pertama (jaman belanda) belanda mepercayakan kekuasaan Block Agung (Buluk Agung) kepada bapak Bapak H. Mad Nur pada tahun ± 1930 dan akhirnya setelah lama untuk memimpin desa Buluk Agung ini bapak H. Mad Nur diminta belanda untuk mewariskan kepemimpinanya kepada keturunannya akan tetapi bapak H. Mad Nur ini tidak bersedia. Akhirnya diberikanlah jabatan kepemimpinan didesa ini kepada bapak Gunjeng pada tahun ± 1955. Yang akhirnya karena Bapak Gunjeng ini sudah lumayan tua bapak Gunjeng ini mewariskan kepemimpinannya kepada anaknya yakni Bapak Dul Amad pada tahun ± 1970.
            Setelah itu bapak Dul Amad ini akan mewariskan kepemimpinanya kepada anaknya akan tetapi karena kurangnya kepemimpinan Bapak Dul Amad ini sehingga masyarakat tidak berkenan yang akhirnya desa ini dipimpin oleh bapak Madsuli sekitar tahun ± 1970-1997 beliau adalah carik desa pada masa periode Bapak Dul Amad. Pada tahun 1998 kepemimpinan desa Buluk Agung ini dipimpin kembali oleh keturunan bapak Gunjeng tepatnya cucu dari Bapak Gunjeng dan keponakan dari bapak Dul Amad yakni bapak Marzuki pada tahun ± 1998-2014. Setelah itu saat masa jabatannya selesai presiden menginginkan pemilihan klebun atau kepala desa serentak oleh karena itu terjadi kekosongan kekuasaan dan akhirnya pemerintah menunjuk sebuah PJ (penanggung jawab) yang sementara mengisi kekosongan kepimimpinan yakni bapak Junaidi pada tahun ± 2015.
            Akhirnya pemerintah mengantikan PJ baru untuk desa ini pada pertengahan tahun 2016 yakni ibu Fitri Kurniawati sampai akhir tahun 2016 bulan Desember tepatnya pemilihan kepala desa dilakukan dan akhirnya terpilihlah bapak Talhesul Murot pada tahun 2016 akhir yang merupakan keturunan bapak H. Mad Nur.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Desa Buluk Agung Kec Klampis - KKN 24 Buluk Agung - Powered by Blogger - Designed by KKN 24 -