Popular Post

Posted by : Roronoa Zoro 2 Feb 2018

            Awal mulanya desa ini adalah sebuah kerajaan yang di pimpin oleh seorang raja yang kaya raya dan termasyur dijamannya desa ini dipimpin oleh seorang raja yang di sebut ratoh pusat kerajaannya berada didekat SDN 3 Buluk Agung. Konon ceritanya pemimpin kerajaan ini atau ratoh dikerajaan ini adalah keturunan Jaka Tarub  kerajaan ini kerajaan yang sangat kaya raya, tapi raja ini ingin menghabiskan hartanya dengan menyumbang-nyumbangkan hartanya kepada rakyat-rakyatnya, akan tetapi dia heran karena hartanya tak kunjung habis dan terus saja ada walaupun sudah banyak yang disumbangkan. Lalu akhirnya saat sandiolo (waktu-waktu sore hari sebelum magrib) ratu tersebut kotekan (memainkan music-musik ritmis) sambil bernyanyi. Entah apa yang terjadi setelah kejadian itu raja tersebut menjadi habis hartanya dan akhirnya dia miskin. Maka dari itu budaya yang ada didesa ini hingga saat ini adalah tidak diperbolehkan adanya musik secara langsung baik itu berupa music-musik secara kecil (gitar) maupun musik-musik besar seperti pentas musik.
            Setelah dia gundah hidup dalam kemiskinan dan juga malu terhadap rakyatnya maka bubarlah kerajaan tersebut dan menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang didirikan oleh para pegawai kerajaannya terdahulu. Dan si raja tersebut lari menuju daerah Bangkalan kota dan si raja itu mendirikan kerajaan lagi disana dan hidup makmur menjadi raja disana yang konon ceritanya yaitu Ratoh ebuh yang terkenal di kerajaan Bangkalan yang biasa dikenal masyarakat bangkalan.
            Setelah kerjaan-kerajaan kecil yang ada tetap menjadi satu komando hingga akhirnya belanda datang dan kembali menyatukan semua kerjaan-kerajaan tersebut sesuai dengan keinginan belanda. Dan belanda menamakan tempat tersebut menjadi block Agung yang artinya tempat yang luas dan dibawah naungan Distrik (kecamatan) Arusbaya.
            Karena pergeseran makna yang ada maka orang-orang pribumi menyebut desanya menjadi Lok Agung.setelah dengan berkembangnya jaman dan keinstanan pengucapan maka bergeser kembali nama tersebut yang dikatakan dengan Buluk Agung. Tapi sebenarnya Buluk agung sendiri adalah sebuah fon (pengucapan) nama desa yang sebenarnya adalah Block Agung dan tak pernah berubah nama hingga sekarang. Akan tetapi tulisan yang ada sekarang mengikuti fon yang biasa di katakana masyarakat. (Sumber: Abah Talhesul Murot)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Desa Buluk Agung Kec Klampis - KKN 24 Buluk Agung - Powered by Blogger - Designed by KKN 24 -