Popular Post

Visi Dan Misi

By : Roronoa Zoro
A. VISI : 
MELAYANI MASYARAKAT SECARA MENYELURUH DEMI
TERWUJUDNYA DESA BULUK AGUNG YANG AGAMIS, MAJU, MANDIRI, SEHAT DAN SEJAHTERA
AGAMIS : memiliki keimanan yang kuat sebagai pondasi dalam menciptakan kehidupan yang rukun antar umat beragama, serta merupakan modal utama bagi pelaksanaan kegiatan pemerintahan desa.
MAJU : masyarakat yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, agar setara
dengan desa yang lainnya dan tidak tertinggal dengan desa yang lainnya.
MANDIRI : masyarakat yang mampu mewujudkan kehidupan yang mengandalkan pada
kekuatan dan kemamampuan sendiri.
SEHAT : masyarakat yang mampu mewujudkan kondisi sehat lahir dan batin.
SEJAHTERA : masyarakat yang tercukupi kebutuhan pokok ( sandang, pangan, papan ).
B. MISI :
1.      Memujudkan dan mengembangkan kegiatan keagamaan untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.      Mengoptimalkan kinerja Perangkat Desa secara maksimal sesuai tugas pokok dan fungsi Perangkat Desa demi tercapainya pelayanan yang baik bagi masyarakat. 
3.      Melaksanakan koordinasi antar mitra kerja.
4.      Meningkatkan Sumber Daya Manusaia dan memanfaatkan Sumber Daya Alam untuk mencapai kesejahteraan masyarakat
5.      Mewujudkan dan mendorong terjadinya usaha-usaha kerukunan antar dan intern warga masyarakat yang disebabkan karena adanya perbedaan agama, keyakinan, organisasi dan lainnya dalam suasana saling menghargai dan menghormati.
6.      Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
7.      Meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Buluk agung dengan melibatkan secara langsung masyarakat desa Buluk agung dalam berbagai bentuk kegiatan.
8.      Melaksanakan kegiatan pembangunan yang jujur, baik dan trasnparan dan dapat dipertanggung jawabkan.
9.      Menghidupkan kembali kegiatan – kegiatan kepemudaan dan organisasi kepemudaan dengan menumbuhkan kembali Karang Taruna baik rayon maupun sub rayon.


Letak Geografis

By : bachtiar prima
Nama Desa : Buluk Agung
1.      Keadaan Geografis
A.    Letak astronomis : 6.891985 LS – 112.884562 BT
Batas desa
Timur : Desa Bator
Selatan : Desa Bulung
Barat : Desa Mrandung
Utara: Selat Madura
B.     Luas desa : 598.84 Ha
Panjang garis pantai : 2.74 km
C.    Ketinggian dari permukaan laut : 4 mdpl

2.      Penduduk, Sosial Budaya, Ekonomi dan kelembagaan
A.    Jumlah total penduduk
-          Jumlah KK : 1.299 jiwa
-          Laki-laki : 2.490 jiwa

-          Perempuan : 2.533 jiwa

Profile Desa

By : bachtiar prima

Desa Buluk Agung merupakan sebuah desa yang unik, menarik, dan hijau. Desa Bambug merupakan julukan yang tepat untuk desa kecil yang damai ini karena dulunya di setiap dusun pasti terdapat Bambu yang menyejukkan.
Selain Babmbu desa ini dipenuhi dengan berbagai tanaman-tanaman yang setiap saat mempersembahkan kesejukan bagi siapa saja yang datang untuk berkunjung ke desa kecil yang istimewa ini. Kesejukan desa ini membuat karakter masyarakat juga mempunyai hati yang sejuk, pikiran-pikiran yang positif, hingga semangat yang tinggi.
Sebuah pengalaman berharga yang memikat hati sekaligus kebanggaan bagi kami karena kami sebagai kelompok KKN 24 yang berasal dari Universitas Trunojoyo Madura mendapatkan penerimaan dan sambutan yang hangat dari masyarakat Desa Buluk Agung.
Hal-hal istimewa tersebut merupakan sebuah kombinasi yang sempurna, kami mendapatkan kesejukan dari alamnya sekaligus  kehangatan dari sambutan masyarakatnya.
Kami tidak yakin sebuah kombinasi yang begitu berharga ini bisa didapatkan di tempat lain, untuk itu dengan bangga kami persembahkan buku ini agar anda bisa mengenal lebih dekat bagaimana istimewanya Desa  Buluk Agung, desa istimewa yang penuh dengan sejuta keistimewaan yang menawan bagi para pendatangnya.
Untuk mengelaborasi keunikannya, akan kami ulas sejarah singkat desa, potensi-potensi yang dimiliki desa, serta perkembangan masyarakat terkini, hingga hal-hal unik apa saja yang menghiasi Desa Buluk Agung Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan.

                                    

Peternakan

By : bachtiar prima
Di desa buluk agung ini terdapat peternakan ayam yang digunakan sebagai mata pencaharian mereka. Telur dari ayam ini kemudian dijual sebagai penghasilan tambahan, dan kotoran ayamnya akan dijadikan pupuk. Berikut ini adalah video dari dokumentasi kami tentang ayam petelur di desa buluk agung.


Pertanian

By : bachtiar prima

Dibidang perekonomianpun desa Buluk Agung ini sendiri sangat bisa dikatakan lumayan mumpuni. Karena saat kami melakukan observasi kurang lebih satu bulan berada didesa ini kami sudah melihat ada home indudtri yang berkembang disini, dan juga ada pemanfatan bambu yang dikerjakan disini yang dibuat unutk rendeng (tempat ikan), serta perekonomian dibidang lain pun ada utamanya petani yang menjadi mata pencaharian sebagian besar penduduk didaerah ini.


Dan kami pun dari mahasiswa kuliah Kerja Nyata (KKN) menawarkan produk baru dengan memanfaatkan bambu untuk lampu hias yang bisa dipajang untuk rumah pribadi maupun untuk dijual kembali tentunya dengan harga yang lemayan bersaing dengan rendeng yang sebelumnya dibuat

Pembuatan Papan Nama Dusun

By : bachtiar prima

Kegiatan ini kami lakukan agar mahasiswa mampu mengimplementasikan kompetensi baik hard skill maupun soft skill yang diperoleh di bangku perkuliahan, karena selain berguna untuk diri sendiri dan masyarakat luas juga dapat digunakan sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan dan pengalaman mahasiswa secara profesional, sesuai dengan kompetensi keilmuan mahasiswa pada kondisi masyarakat secara nyata. Selain itu, diharapkan dapat menumbuh kesadaran dan tanggung jawab social masyarakat terutamaa pemuda desa untuk menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan  sosial.
Sebuah Desa membutuhkan nama dan batas wilayah demi jelasnya wilayah tersebut secara hukum. Batas wilayah sendiri merupakan garis khayalan yang memisahkan dua wilayah atau lebih wilayah politik atau yuridis seperti negara, negara bagian atau wilayah subnasional. Buluk Agung yang merupakan bagian dari wilayah subnasional Indonesia juga pasti memiliki batas wilayah. Batas wilayah ini membutuhkan penanda secara nyata agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran batas wilayah. Batas wilayah ini dapat ditandai menggunakan tapal batas berupa batu atau kayu berukuran besar atau kecil. Maka dari itu untuk memberi batas wilayah setiap dusun di desa Buluk Agung akan dibuat dan dipasang tapal batas di batas-batas wilayahnya.
Setelah kegiatan ini dilaksanakan penduduk menjadi lebih jelas mengenai informasi daerah tempat tinggalnya yang termasuk ke suatu dusun. Penduduk juga mengetahui dengan pasti posisi batas wilayahnya sehingga kedepannya jika terjadi pelanggaran wilayah  maka dapat dengan jelas diselesaikan dengan melihat tapal batasan wilayahnya. Batas wilayah yang membutuhkan penanda ada 18 dusun diantaranya :
1.      Dsn Derniah
2.      Dsn. Berbetok
3.      Dsn. Rubiruh
4.      Dsn. Tobah Dhejeh
5.      Dsn. Tobeh Laok
6.      Dsn. Ngapangah
7.      Dsn. Sabe Luar
8.      Dsn. Galis
9.      Dsn. Nalos
10.  Dsn. Ro’oro
11.  Dsn. Bulu
12.  Dsn. Paka’an
13.  Dsn. Rojing
14.  Dsn. Kramat
15.  Dsn. Sondang
16.  Dsn. Sumber batok
17.  Dsn. Gintongan
18.  Dsn. Laos Laok
Tag : ,

Tunas Indonesia Mengajar

By : bachtiar prima

Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, pendidikan hendaknya dikelola baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Kualitas pendidikan dari suatu lembaga pendidikan pada jenjang tertentu dapat dilihat dari kualitas output atau lulusan yang dihasilkannya. Salah satu indikator untuk menilai kualitas pendidikan adalah prestasi belajar yang dicapai oleh siswa.
Sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya untuk mencapai tujuan umum pendidikan, penambahan secara terus menerus baik dalam segi materi, metode evaluasi harus dilaksanakan oleh semua pihak, terutama guru. salah satu perubahan yang terlihat jelas telah dilakukan di Indonesia yaitu telah berulang kali terjadi perubahan kurikulum pendidikan dasar dan menengah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan
Kuliah kerja nyata (KKN) merupaka salah satu program yang disediakan perguruan tinggi untuk melaksanakan salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat. program KKN tersebut bertujuan untuk pembelajaran yang melibatkan mahasiswa secara langsung dengan masyarakat sebagai sarana menambah pengetahuan, kemampuan dan kesadaran hidup masyarakat. dalam kuliah kerja nyata, mahasiswa didorong untuk membuat program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat, pemerintah dan mahasiswa itu sendiri. KKN dilaksanakan di daerah tertentu dan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
Pelaksanakan program KKN Tematik smester gasal tahun 20017-2018 di Universitas Trunojoyo Madura di ditempatkan di kabupaten Bangkalan dan pulau Mandangin Sampang. Di kabupaten Bangkalan terdapat beberapa kecamatan  yang salah satunya bernama kecamatan Klampis. Salah satu desa yang terdapat di kecamtan Klampis adalah Desa Buluk Agung yang memiliki 18 Dusun. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi baik hard skill maupun soft skill yang diperoleh di bangku perkuliahan, karena selain berguna untuk diri sendiri dan masyarakat luas juga dapat digunakan sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan dan pengalaman mahasiswa secara profesional, sesuai dengan kompetensi keilmuan mahasiswa pada kondisi masyarakat secara nyata. Selain itu, diharapkan dapat menumbuh kesadaran dan tanggung jawab social masyarakat terutama pemuda desa untuk menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial dan pendidikan di desa Buluk agung. 

Pembentukan Karang Taruna

By : bachtiar prima

Karang taruna merupakan salah satu organisasi yang memiliki peran yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan organisasi karang taruna jika dijalankan dengan baik, tentunya akan memberikan manfaat dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari organisasi Karang Taruna diantaranya adalah memberikan kesempatan kepada pemuda untuk belajar berorganisasi, menjalin kerjasama, sebagai tempat menyalurkan aspirasi, mengembangkan bakat dan minat melalui program kerja, baik program kerja mingguan, bulanan, ataupun tahunan.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka sangat jelas bahwa melalui organisasi Karang Taruna akan memberikan manfaat yang besar terhadap kehidupan dalam bermasyarakat, khususnya bagi pemuda di Desa untuk dapat mengembangkan bakat dan minat yang dimilikinya melalui berbagai program kerja. Oleh sebab itulah dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, kelompok 24 memilih program unggulan “Pembentukan Karang Taruna” di Desa Buluk Agung yang terletak di Kecamatan Klampis, Kabupaten  Bangkalan.
Pemilihan program unggulan Pembentukan Karang Taruna ini dilatarbelakangi oleh beberapa hasil pertimbangan, diantaranya adalah Organisasi Karang Taruna adalah organisasi yang perlu dibentuk. Hal ini dikarenakan organisasi tersebut dapat memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan dalam bermasyarakat. Kemudian hasil wawancara dengan Kepala Desa Buluk Agung yang menyatakan bahwa di desa tersebut belum ada organisasi Karang Taruna. Sehingga melalui program pembentukan Karang Taruna ini diharapkan akan memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat di Desa Buluk Agung Kecamatan Klampis, Bangkalan. Selain itu, pembentukan karang taruna dalam program unggulan ini juga diharapkan dapat menunjang beberapa program kerja tambahan yang akan dilakukan oleh Kelompok 24. Salah satu program tambahan tersebut adalah program pembuatan krupuk kulit pisang. Dalam hal ini, diharapkan dengan terbentuknya organisasi karang taruna tersebut diharapkan dapat melakukan pembuatan (produksi) krupuk kulit pisang yang tentunya dapat dipasarkan, sehingga dapat membantu keungan desa yang dapat berlanjut hingga di masa yang akan datang.
A.    Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari program ini adalah untuk membentuk susunan/struktur organisasi Karang Taruna di Desa Buluk Agung. Sedangkan manfaat dari program ini diharapkan dengan terbentuknya organisasi Karang Taruna ini dapat memberikan pengalaman berorganisasi bagi pemuda pemudi di Desa Buluk Agung, mengembangkan potensi daerah melalui program pembuatan krupuk kulit pisang, mengembangkan bakat minat, melatih kerja sama, dan menghidupkan kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat sebagai upaya untuk menjalin tali silaturrahmi di Desa Buluk Agung, Kecamatan Klampis, Bangkalan.
B.     Sasaran
Sasaran dari program unggulan pembentukan karang taruna ini adalah pemuda dan pemudi Desa Buluk Agung, Kecamatan Klampis, Bangkalan.
C.    Target
Terbentuk struktur kepengurusan organisasi Karang Taruna di Desa Buluk Agung, Kecamatan Klampis, Bangkalan.
D.    Metode/ Tahap Pelaksanaan
Sebagai upaya untuk mengimplementaskan program unggulan di atas, maka dalam pelaksanaan program tersebut akan dilakukan melalui beberapa tahap sebagai berikut :
1.      Kerjasama dengan Kepala Desa
Tujuan diadakannya kerjasama dengan kepala desa adalah agar dalam pembentukan organisasi Karang Taruna mendapatkan dukungan dari Kepala Desa. Dalam hal ini, kerjasama dilakukan oleh KKN, Kelompok 24 untuk mendapatkan izin dari kepala desa terhadap program kerja pembentukan Organisasi Karang Taruna di Desa Buluk Agung. Kerja sama ini pula dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data pemuda pemudi yang ada di Desa Buluk Agung.
2.      Menyebarluaskan Undangan
3.      Setelah mendapatkan izin dari kepala desa, maka tahap yang dilakukan selanjutnya adalah memberikan undangan kepada pemuda pemudi yang ada di Desa Buluk Agung. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengundang pamuda pemudi untuk hadir dalam sosialisasi terkait pembentukan organisasi karang taruna.
4.      Musyawarah Pemilihan Ketua
Pelaksanaan musyawarah pemilihan dalam tahap ini adalah untuk melakukan pemilihan ketua dan pengurus organisasi karang taruna. Dalam hal ini, musyawarah pemilihan didasarkan pada kesepakatan bersama. Sehingga dalam pelaksaan pemilihan ini melibatkan moderator untuk membimbing jalannya pemilihan.
5.      Pembentukan Struktur Kepengurusan Organisasi Karang Taruna dan pelantikan
Setelah pemilihan ketua Karang Taruna maka tahap selanjutnya adalah pembentukan struktur kepengurusan organisasi dan pelantikan anggota.
Tag : ,

Kerajinan Bambu

By : bachtiar prima

a.       Uraian Kegiatan
Program ini berdasarkan observasi yang telah dilakukan di desa Buluk Agung guna memanfaatkan potensi yang dimiliki desa yaitu bambu. KKN 24 melakukan musyawarah bersama kepala desa, aparatur desa, dan perwakilan masyarakat dalam memberikan inovasi pemanfaatan bambu menjadi olahan yang bermanfaat serta memiliki nilai jual tinggi seperti kerajinan dari bahan bambu yaitu pembuatan lampu dengan beberapa model  lampu.
b.      Manfaat
Program ini bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas warga dan mengurangi jumlah pengangguran di desa Buluk Agung. Masyararakat dapat mengetahui dan menerapkan cara pengelolahan bambu menjadi olahan yang bermanfaat dan memiliki nilai jual tinggi tanpa modal yang besar sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga.
c.       Pemateri
Pemateri program pelatihan pembuatan lampu dari bahan bambu yaitu peserta KKN kelompok 24.
d.      Hasil dan dampak yang ditimbulkan
Berdasarkan pelatihan yang telah dilakukan pada hari Sabtu, 03 Februari 2018,  masyarakat Buluk Agung memberikan respon yang sangat antusias dan tertarik serta ingin menerapkan cara pengelolahan lampu dengan menggunakan bahan bambu. Selain itu, berdasarkan sosialisasi dan pelatihan pembuatan lampu dari bahan bambu dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam mengelola bambu menjadi olahan yang bermanfaat.
e.       Hambatan atau kendala yang dihadapi
Berdasarkan sosialisasi dan pelatihan pembuatan lampu berbahan dasar bambu, berikut hambatan/kendala yang dihadapi, yaitu cuaca yang kurang mendukung dalam proses pembuatan kerajinan bambu, dan jumlah alat yang digunakan dalam pembuatan dalam pembuatan kerajinan bambu.
f.        Penyelesaian hambatan atau kendala
Peserta KKN 24, telah memberikan solusi untuk menyelesaikan hambatan/kendala dalam pelatihan pengelolaan lampu dengan mencari tempat untuk pembuatan kerajinan bambu agar tidak merusak alat dan bahan yang digunakan, dan menggunakan alat dengan semaksimal mungkin.
g.      Ketercapaian target
Ketercapaian target dari pengelolaan bambu menjadi lampu dengan beberapa model lampu yaitu menjadikan masyarakat mandiri, kreatif, dan inovatif  dalam memanfaatkan sumber daya alam dan potensi yang terdapat pada desa Buluk Agung dalam mengelola bambu menjadi olahan yang bermanfaat salah satunya yaitu lampu

Kerupuk Kulit Pisang ( BAGAFO )

By : bachtiar prima


Program ini berdasarkan observasi yang telah dilakukan di desa Buluk Agung guna memanfaatkan potensi yang dimiliki desa yaitu pisang.KKN 24 melakukan musyawarah bersama kepala desa, aparatur desa, dan perwakilan masyarakat dalam memberikan inovasi pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi olahan krupuk kulit pisang
a.                   Uraian Kegiatan
Program ini berdasarkan observasi yang telah dilakukan di desa Buluk Agung guna memanfaatkan potensi yang dimiliki desa yaitu pisang.KKN 24 melakukan musyawarah bersama kepala desa, aparatur desa, dan perwakilan masyarakat dalam memberikan inovasi pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi olahan krupuk kulit pisang.
b.                  Manfaat
Masyararakat dapat mengetahui dan menerapkan cara pengelolahan limbah kulit pisang menjadi olahanyang dapat dikonsumsi.
c.                   Pemateri
Pemateri program pelatihan pembuatan krupuk kulit pisang BAGAFO yaitu peserta KKN kelompok 24.
d.                  Hasil dan dampak yang ditimbulkan
Berdasarkan pelatihan yang telah dilakukan pada hari Sabtu, 20 Januari 2018,  masyarakat terutama kalangan ibu rumah tangga memberikan respon yang sangat antusias dan tertarik serta ingin menerapkan cara pengelolahan krupuk kulit pisang. Selain itu, berdasarkan sosialisasi dan pelatihan pembuatan krupuk berbahan dasar kulit pisang meningkatkan kreatifitas masyarakat untuk mengelola limbah kulit pisang menjadi olahan bermanfaat.
e.                   Hambatan atau kendala yang dihadapi
Berdasarkan sosialisasi dan pelatihan pembuatan krupuk berbahan dasar limbah kulit pisang, berikut hambatan/kendala yang dihadapi, yaitu cuaca yang kurang mendukung dalam proses pengeringan krupuk, tempat pelaksanaan pelatihan kurang memadai, dan rendahnya kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan limbah kulit pisang.
f.                    Penyelesaian hambatan atau kendala
Peserta KKN 24, telah memberikan solusi untuk menyelesaikan hambatan/kendala dalam pelatihan pengelolaan limbah kulit pisang dengan mengeringkan krupuk kulit pisang diatas cowek yang dipanaskan, memanfaatkan halaman ketika pelatihan berlangsung dan mengadakan sosialisasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
g.                  Ketercapaian target

Ketercapaian target dari pengelolaan limbah kulit pisang menjadi krupuk BAGAFO berharap supaya masyarakat Buluk Agung khususnya ibu rutang tangga lebih kreatif dan berinovasi dalam mengelola limbah kulit pisang menjadi olahan yang bermanfaat.
Tag : ,

- Copyright © Desa Buluk Agung Kec Klampis - KKN 24 Buluk Agung - Powered by Blogger - Designed by KKN 24 -